
Malang, 28 Oktober 2026 — Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Malang (UNMER Malang), menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku Eko Prawoto: The Voice of the Village pada Rabu (28/10/2026), bertempat di Unmerpreneur-Hub, Gedung Fakultas Teknik UNMER Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-62 Fakultas Teknik UNMER Malang dan terselenggara melalui kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Komisariat Wilayah Malang dan OMAH Library.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Teknik UNMER Malang, Dr. Ir. Erna Winansih, M.T., dilanjutkan sambutan dari Rinawati Adhypranata selaku Pendiri dan Pembina Yayasan Eko Agus Prawoto (YEAP). Sesi bedah buku bertajuk “99% Abstraksi | The Voice of the Village: Eko Prawoto” dipandu oleh Muhammad Darma Patty, S.Ars., M.Ars. sebagai moderator, dengan menghadirkan Ar. Realrich Sjarief, S.T., MUDD., IAI dan Prasetyo Adi Nugroho, S.Ars. sebagai pengulas buku, serta Dr. Ir. Erna Winansih, M.T. sebagai penanggap.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, anggota IAI, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia arsitektur. Keberagaman peserta menghadirkan ruang dialog dan pertukaran pengetahuan yang mempertemukan perspektif akademik, pengalaman keprofesian, dan perhatian masyarakat terhadap perkembangan arsitektur.
Merekam Pemikiran dan Perjalanan Arsitektur Eko Prawoto
Buku Eko Prawoto: The Voice of the Village diterbitkan oleh OMAH Library pada tahun 2025 melalui kolaborasi YEAP dan OMAH. Buku ini merupakan upaya untuk mendokumentasikan dan merawat gagasan serta perjalanan arsitektur Eko Prawoto, arsitek Indonesia yang dikenal melalui pendekatan arsitektur yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan. Pemikiran Eko Prawoto memperlihatkan bahwa arsitektur tidak hanya berkaitan dengan bentuk dan fungsi bangunan, tetapi juga dengan relasi antara manusia, alam, budaya, material, dan kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan yang kontekstual dan berakar pada kehidupan masyarakat, buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana arsitektur dapat tumbuh dari kepekaan terhadap tempat, potensi lokal, serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Kesederhanaan, pemanfaatan material, dan dialog dengan alam menjadi bagian dari perspektif arsitektur yang diangkat dalam buku tersebut.

Arsitektur sebagai Dialog dengan Manusia dan Lingkungan
Dalam sesi bedah buku, para pengulas dan penanggap membahas pemikiran serta pendekatan arsitektur Eko Prawoto dan relevansinya terhadap perkembangan praktik arsitektur saat ini. Pembahasan ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana seorang arsitek memahami konteks, merespons lingkungan, dan membangun keterhubungan antara karya arsitektur dengan kehidupan masyarakat.
Pemikiran tersebut memberikan perspektif bahwa proses perancangan tidak cukup hanya berangkat dari pertimbangan estetika, bentuk, dan fungsi. Arsitek juga perlu memiliki kepekaan terhadap karakter lingkungan, budaya setempat, material, serta kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, arsitektur tidak dipandang semata-mata sebagai objek fisik, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang lebih luas.
Diskusi ini relevan tidak hanya bagi mahasiswa dan kalangan akademisi dalam memperkaya wawasan serta pemahaman kontekstual dalam perancangan, tetapi juga bagi praktisi dan masyarakat umum untuk merefleksikan peran arsitektur dalam kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan. Pertukaran perspektif antarpeserta menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman mengenai arsitektur yang lebih responsif terhadap konteksnya.
Memperluas Kolaborasi dan Pengembangan Pengetahuan Arsitektur
Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Program Studi Arsitektur UNMER Malang dengan IAI Komisariat Wilayah Malang dan OMAH Library. Penandatanganan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi arsitek, dan lembaga yang bergerak dalam pengembangan serta dokumentasi pengetahuan arsitektur.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaksanaan berbagai kegiatan secara berkelanjutan, seperti diskusi dan kajian arsitektur, pengayaan wawasan akademik dan keprofesian, serta bentuk kerja sama lain yang mendukung pengembangan pendidikan dan pengetahuan arsitektur.
Melalui kegiatan Bedah Buku Eko Prawoto: The Voice of the Village, Program Studi Arsitektur UNMER Malang berharap dapat terus menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan pemikiran, pengalaman, dan perspektif dari berbagai kalangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk merawat gagasan arsitektur yang menghargai manusia, lingkungan, dan nilai-nilai lokal sebagai bagian penting dari perkembangan praktik dan pendidikan arsitektur.
